Skip to content

Text vs Design (52008013)

28/10/2010

Brosur produk software "QUBE Master Pro"

Kebanyakan orang menganggap informasi yang terkandung dalam sebuah brosur jauh lebih penting daripada desainnya sendiri. Hal ini mungkin benar. Misalnya saja brosur-brosur promosi pengobatan tradisional yang dibagi dipinggir jalan. Brosur tersebut hanya berisikan teks yang monoton, begitu padat, ruang kosong yang sangat-sangat minim, dan tanpa ornamen. Mungkin saja orang membaca hanya sekedar ingin mendapatkan manfaatnya. Setelah orang tersebut sudah mendapatkan informasi yang cukup, brosur tersebut dikucek lalu dibuang ditong sampah. Betapa tragis nasib brosur tersebut…

Tentu saja apabila kita (sang pemilik brosur) melihat hal tersebut akan merasa kecewa, karena hasil kerja keras pembuatan brosur tersebut dianggap sepele dan tidak menarik. Namun, tentu saja kita tidak ingin hal tersebut terjadi. Oleh karena itu, kita perlu mengolah bagaimana caranya untuk mendapatkan perhatian seseorang agar melihat, membaca dan membeli produk kita. Bukan hanya sekedar melihat, membaca dan membeli, tetapi juga menyimpan brosur produk untuk sebagai bahan koleksi.

Misalnya pada brosur produk software diatas, tampilan desain yang mewah dan campuran warna biru dan hitam yang membuatnya terkesan dingin dan netral. Pemilihan teks judul yang datar dan rata terkesan stabil dan tidak mudah goyah (terkesan tenang), disertai tambahan ornamen teks dengan face yang berbeda dengan nama produknya, yaitu ‘Master Pro’, membuatnya lebih terkesan mewah dan unik dan lebih menegaskan produk yang sedang ditawarkan. Dengan begitu yang menjadi point of interest dari halaman ini adalah nama produknya yaitu ‘QUBE Master Pro’. Nama produk atau logo produk sengaja dibuat lebih besar atau lebih kecil (namun tetap memiliki ciri khas) agar dapat membuat perhatian pembaca langsung tertuju padanya bahwa ‘ ini loh… brand kami’.

Brosur tersebut disertai gambar ikon dan diagram yang melambangkan mengenai produk tersebut. Mereka menggunakan salah satu teknik desain gambar yaitu runarounds/contoured illustrations. Runarounds/contoured illustrations merupakan salah teknik desain yang menempatkan teks mengikuti lekak-lekuk bentuk gambar, sehingga terasa dinamis. Teks statik yaitu teks yang terkesan monoton, lurus dan tidak berlekak-lekuk, akan terasa membosankan dan melelahkan mata. Namun, tidak pada teks dinamis. Dikatakan dinamis karena teksnya mengikuti bentuk gambar yang disertakan, sehingga teks dan gambar tersebut terkesan menyatu dan terasa hidup.

Pemilihan latar belakang brosur ini tidak dengan sembarang atau suka-suka hati. Gambar latar belakang brosur ini melambangkan fitur-fitur produk software yang ditawarkan. Hal ini juga yang menjadi pembeda dari brosur-brosur produk software lainnya. Inilah salah satu prinsip dalam hal mendesain yaitu membedakan pesan tertentu dari pesan-pesan yang diterima orang setiap hari. Serta isi pesan dari brosur tidak bertele-tele, tetapi langsung to-do-point. Agar sang pembaca tidak merasa bosan.

Dengan demikian, teks dan desain adalah dua hal yang tidak dapat terpisahkan. Teks tanpa desain akan terasa kurang menarik, dan desain tanpa teks akan terasa hampa dan tidak berarti apa-apa. Oleh karena itu, untuk menampilkan suatu tampilan yang interaktif kedua komponen ini, ditambah gambar, pasti akan menghasilkan suatu karya yang luar biasa, tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga membuat kesan yang mendalam akan hasil desain tersebut dan kesan tersebut akan diingat sepanjang masa. Akan tetapi, walaupun desain dan gambarnya sangat mewah dan bagus, namun informasi yang diberikan kurang tepat, maka hasilnya sama saja, kurang menarik dan tidak berarti. Oleh karena itu, dalam mendesain suatu media, aturan-aturan main sangat diperlukan untuk menciptakan karya yang luar biasa, bukan hanya dari segi tampilan tetapi juga dari segi informasinya.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: